28 August 2025

NGOBROL SANTAI: Secangkir Kopi Mempersatukan dengan Ilahi

0
Ngopi bersama Romo Swa dan Romo Catur (9 of 25)
Rm. Swasono, Rm. Tjatur, Pak Aryoko, Pak Yoseano, Mba Pipik (dok. Komsos Cililitan @2025)

Jakarta, pada sabtu lalu tanggal 19 juli 2025 PDKK bersama kopi wolu mengadakan acara ngopi bareng dan diskusi ringan yang mengusung tema “Secangkir kopi mempersatukan dengan ilahi”.
Acara yang diadakan setelah misa sabtu sore di halaman gereja, menghadirkan topik diskusi ringan mengenai pendidikan katolik secara dini di dalam keluarga. Acara ini tercipta dari keprihatinan umat dalam suatu acara sharing di PDPKK St. Robertus, yang melihat dalam banyak keluarga, para ibu yang lebih aktif membina iman sementara para bapak, yang seharusnya menjadi imam keluarga, sering kali belum mengambil peran itu. Keinginan agar setiap keluarga membangun kembali kehidupan doa bersama. Diskusi ini dihadiri oleh Romo Ign, Swasono S.J Romo Tjatur Herianto .OSC, Pak, yoseano, Pak Aryoko dan Mba Pipik sebagai moderator. Dalam diskusi tersebut ada salah satu kutipan yang menarik dari “romo Tjatur: Pendidikan agama katolik dalam keluarga adalah sebuah tanggung jawab orang tua, yang sudah di ucapkan ketika pembaptisan, dan itu adalah sebuah janji kita kepada Tuhan dan bukan hanya sebuah kata – kata”.

Dalam acara diskusi yang dihadiri oleh sekitar 60 orang tersebut selain disuguhi materi diskusi ringan yang sangat “berdaging”, peserta diskusi juga disuguhi hidangan snack daerah yang di sponsori oleh kopi wolu (wilayah 8) yang sangat mendukung suasana. Malam itu kita bisa menikmati kopi tubruk dari 32 jenis biji dari berbagai daerah di indonesia, tak hanya kopi, panitia juga menyediakan teh dan air jahe hangat yang sangat nikmat buatan umkm umat paroki cililitan. Untuk camilan pada saat itu ada jajanan pasar mulai dari pisang rebus, kacang, hingga berbagai macam keripik.

Umat asik menyimak diskusi dan menikmati snack (dok. Komsos Cililitan @2025)


Suasana diskusi dan ngopi itu sangat baik dan berjalan kondusif hingga pk. 22.00. Banyak umat merasa diskusi tersebut menambah ilmu parenting katolik, yang pada saat ini sulit didapat dan mulai jarang diterapkan di dalam keluarga katolik.

Leave a Reply